Apakah Infinix Smart 20 Masih Layak Dibeli? Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Apakah Infinix Smart 20 Masih Layak Dibeli? Ini Kelebihan dan Kekurangannya
![]() |
| Apakah Infinix Smart 20 Masih Layak Dibeli? Ini Kelebihan dan Kekurangannya |
Dengan kondisi tersebut, apakah Infinix Smart 20 masih layak dibeli atau sudah kurang menarik? Mari kita ulas.
Unboxing Invinix Smart 20
Kesan pertamaku saat membuka kemasan HP ini, desainnya terlihat menarik, seperti HP kelas Rp2 jutaan. Aku pribadi sangat menyukai logo Infinix yang dibuat selaras dengan warna penutup belakangnya.
Di bagian modul kamera yang desainnya menyerupai logo buah-buahan itu, terdapat ilusi visual yang membuat bingkai kameranya terlihat menonjol dan tebal. Namun, saat diraba, ternyata permukaannya hampir rata.
Menurutku, ini desain yang pintar karena membuat modul kameranya terkesan lebih mahal. Bagaimana menurut Kamu? Material bodinya memang masih plastik, tetapi sensasi genggamnya menurutku jauh dari kesan murahan. Apalagi, HP ini tergolong ringan dengan bobot hanya 185 gram dan ketebalan 7,7 mm.
baca juga : hp 1 jutaan bagus terbaru
Secara keseluruhan, untuk ukuran tangan pria dewasa, Infinix Smart 20 masih cukup nyaman dipegang menggunakan satu tangan.
Kelengkapan Tombol
Untuk kelengkapan tombol dan port, di sisi kanan terdapat tombol volume dan tombol daya. Di sisi bawah terdapat port USB Type-C 2.0 serta jack audio. Sementara itu, di sisi kiri terdapat baki kartu dengan tiga slot, yaitu dua slot nano-SIM dan satu slot khusus microSD. Terakhir, di sisi atas terdapat lubang speaker.
Bagaimana Kualitas Layar Invinix Smart 20 Apakah Bagus?
Beralih ke bagian depan, kita langsung disambut layar berukuran 6,78 inci yang sudah menggunakan desain punch hole. HP seharga Rp1,7 jutaan ini memang sudah memakai desain punch hole sehingga tampilannya terlihat lebih modern, meskipun bezel bagian bawahnya masih cukup tebal.
Infinix Smart 20 menggunakan panel IPS LCD dengan resolusi HD+ dan refresh rate hingga 120 Hz. Kualitas warnanya tergolong biasa saja dan cenderung dingin atau agak kebiruan.
Tingkat kecerahannya juga cukup standar, mencapai 700 nit dalam mode kecerahan tinggi. Layarnya masih terlihat di bawah terik matahari, meskipun sesekali aku harus menyipitkan mata atau menutupinya dengan tangan agar tampilannya lebih jelas.
Soal refresh rate 120 Hz, dalam penggunaan sehari-hari kita tidak selalu bisa menikmati kelancarannya. Hanya beberapa aplikasi yang benar-benar mendukung, seperti menu pengaturan, Instagram, dan Facebook.
baca juga : hp 1 jutaan ram 8
Itu pun pergerakannya belum terasa benar-benar seperti 120 Hz karena performa chipset-nya mulai kewalahan.
Chipset Mediatek Helio G81
Berbicara soal chipset, Infinix Smart 20 ditenagai MediaTek Helio G81 Ultimate. Chipset ini dipadukan dengan RAM 4 GB dan penyimpanan internal 128 GB yang sayangnya masih menggunakan eMMC 5.1.
Skor AnTuTu versi 11 yang diperoleh berada di kisaran 363 ribuan poin. Artinya, Helio G81 Ultimate lebih cocok untuk pekerjaan ringan seperti membalas pesan WhatsApp, menonton YouTube, menjelajah internet, atau memasukkan perintah ke fitur AI bawaannya.
Proses membuka aplikasi memang tidak instan. Ada sedikit jeda, tetapi masih tergolong cukup responsif.
baca juga : hp yang bagus buat main game harga 1 jutaan
Saat mengakses kembali tiga sampai empat aplikasi terakhir melalui menu aplikasi terkini, aplikasi-aplikasi tersebut masih bisa dibuka tanpa harus memuat ulang. Untuk HP dengan RAM 4 GB, pengelolaan aplikasinya sudah tergolong bagus.
Sekarang, kita lanjut ke pengujian yang paling menarik, yaitu bermain game.
Uji Performa Gaming Invinix Smart 20
Kita mulai dengan Mobile Legends. Aku mengatur kualitas grafis ke Low dengan frame rate High atau 60 FPS.
Setelah dimainkan selama 30 menit, rata-rata frame rate yang didapat berada di kisaran 57 FPS. Hasilnya sudah tergolong lancar. Suhunya juga masih aman, hanya terasa hangat pada bagian belakang bodi.
Berikutnya, PUBG Mobile. Pada pengaturan Smooth–Ultra, Infinix Smart 20 masih bisa mendapatkan rata-rata 35,7 FPS. Hasilnya cukup baik dan masih bisa dimainkan.
Namun, saat digunakan untuk memainkan Genshin Impact pada pengaturan Lowest sekalipun, rata-rata frame rate-nya hanya sekitar 22 FPS. Pengalaman bermainnya sudah kurang nyaman.
Jadi, HP ini belum bisa diandalkan untuk bermain Genshin Impact, sesuai dengan keterbatasan performanya di kelas Rp1 jutaan.
Sensornya ternyata lengkap dan cukup bagus.
Untungnya, Infinix Smart 20 tetap hadir dengan sensor yang lengkap. Ada sensor cahaya, giroskop, dan sensor magnetik. Kelengkapan ini membantu saat HP digunakan untuk navigasi melalui aplikasi peta.
Review Kamera Invinix Smart 20
Beralih ke sektor kamera, Infinix Smart 20 dibekali kamera utama 8 MP dengan bukaan f/1.8 dan kamera depan 8 MP dengan bukaan f/2.0.
Dalam kondisi cahaya melimpah, seperti pada siang hari, hasil fotonya cukup bisa diandalkan. Karakter warnanya memang cenderung agak kebiruan sehingga kurang sesuai dengan kondisi aslinya.
Namun, saat digunakan untuk memotret objek berwarna-warni, seperti bunga atau pakaian, warnanya masih terlihat cukup natural dan tidak pucat.
baca juga : review techno spark go 3
Untuk ketajaman, hasilnya tergolong biasa saja di kelas harga Rp1,7 jutaan, bahkan kurang konsisten. Terkadang hasilnya cukup tajam, tetapi terkadang detailnya terlihat seperti lukisan cat air.
Hasil Foto Siang Hari Kamera Invinix Smart 20
Sepertinya, pemrosesan AI kameranya belum begitu konsisten. Apalagi saat digunakan dalam kondisi menantang, seperti memotret dengan sumber cahaya dari belakang, kameranya mulai kewalahan. Hal ini masih cukup wajar untuk kamera HP kelas Rp1 jutaan.
Saat digunakan untuk mengambil foto potret, hasilnya ternyata bagus. Efek buram pada latar belakang terlihat natural. Pemisahan antara rambut atau pakaian dengan latar belakang juga cukup rapi, asalkan jarak antara kamera dan subjek berada pada posisi yang tepat.
Ujian sebenarnya baru terasa setelah matahari terbenam. Dalam kondisi minim cahaya atau pada malam hari, performa kameranya menurun drastis.
Hasil Foto Malam Hari Invinix Smart 20
Bintik-bintik atau noise langsung bermunculan pada area gelap. Saat menggunakan mode standar, detail gambar juga berkurang karena sistem tampaknya menerapkan penghalusan untuk mengurangi noise.
Jadi, dalam kondisi minim cahaya, aku sangat menyarankan penggunaan lampu kilat bawaan agar hasil fotonya lebih bagus dan tajam.
Untuk perekaman video kamera depan pada siang hari, warna wajah terlihat agak kurang terang menurut pengamatanku. Kamu bisa melihat langsung hasilnya untuk menilai warna wajah dan rentang dinamisnya.
Rentang dinamisnya memang belum begitu baik, tetapi masih tergolong standar untuk HP kelas Rp1 jutaan.
Sementara itu, kamera belakangnya bisa merekam video pada resolusi 2K dengan kecepatan 30 FPS. Saat digunakan merekam sambil berjalan santai, hasilnya masih memperlihatkan guncangan.
Stabilisasi videonya memang masih perlu ditingkatkan. Jika dibandingkan dengan HP pada umumnya, guncangannya cukup terasa. Namun, mengingat harganya sekitar Rp1,7 jutaan, menurutku hasilnya masih cukup bisa diterima.
Review Sistem Operasi Dan Aplikasi Invinix Smart 20
Sekarang, kita beralih ke sistem operasi dan perangkat lunak yang mengatur berbagai proses serta kenyamanan penggunaan. Infinix Smart 20 menjalankan XOS 16 berbasis Android 16.
Saat pertama kali masuk ke layar utama, tampilan XOS ini terlihat segar dan estetik. Pilihan penyesuaian temanya juga cukup lengkap.
Kita bisa mengganti tema, menambahkan widget, mengatur warna ikon, serta menyesuaikan bentuk dan ukurannya.
Infinix juga memberikan beberapa fitur menarik. Salah satu yang paling sering terlihat adalah Dynamic Bar, yaitu tampilan berbentuk pil di bagian atas layar yang menyerupai Dynamic Island.
Untuk aplikasi bawaan tambahan atau bloatware, Infinix Smart 20 masih memilikinya, tetapi jumlahnya tidak terlalu banyak.
Di sektor AI, XOS pada Infinix Smart 20 juga dilengkapi asisten suara bawaan bernama Volak. Asisten ini bisa diakses dengan menekan tombol daya selama sekitar setengah detik.
Kita bisa menanyakan cuaca, memasang alarm, membuka aplikasi, hingga menerjemahkan teks.
Sayangnya, aku belum menemukan fitur Circle to Search, padahal fitur tersebut akan sangat membantu. Kalau Kamu menemukan cara mengaksesnya, silakan tuliskan di kolom komentar.
Sejauh ini, XOS 16 pada Infinix Smart 20 sudah tergolong nyaman digunakan. Gangguan sistemnya juga minim dan masih bisa dijalankan dengan cukup lancar oleh Helio G81 Ultimate.
Selanjutnya, kita beralih ke sektor yang biasanya menjadi andalan HP terjangkau, yaitu baterai.
Infinix Smart 20 dibekali baterai berkapasitas 5.200 mAh. Di atas kertas, kapasitas ini tergolong standar. Kapasitasnya masih kalah dibandingkan beberapa pesaing yang sudah menawarkan baterai 6.000 mAh, bahkan 7.000 mAh.
Lalu, bagaimana daya tahan baterainya dalam penggunaan sehari-hari?
Saat aku menguji pemutaran YouTube selama 30 menit, baterainya berkurang sekitar 4%. Ketika digunakan bermain Mobile Legends selama 30 menit, baterainya berkurang 7%.
Bermain Genshin Impact selama 30 menit menghabiskan baterai sekitar 8%, sedangkan PUBG Mobile selama 30 menit menghabiskan sekitar 9%.
Jadi, Infinix Smart 20 masih bisa digunakan dari pagi sampai sore. Namun, pada malam hari, baterainya tetap perlu diisi ulang.
Untuk pengisian daya, paket penjualannya hanya menyertakan pengisi daya 10 W. Dalam pengujian, pengisian selama 30 menit mencapai 24%, sedangkan satu jam mencapai 47%. Untuk mengisi baterai sampai penuh, dibutuhkan waktu sekitar 2 jam 40 menit.
Kalau ingin lebih cepat, Kamu bisa membeli adaptor pengisi daya 15 W karena HP ini mendukung pengisian cepat hingga 15 W.
Review Speaker dan Audio Infinix Smart 20
Beralih ke speaker dan audio, tidak ada yang terlalu istimewa dari speaker tunggal Infinix Smart 20.
<
Kualitas suaranya sekadar cukup untuk didengarkan.
Sebaiknya, jangan mengatur volume sampai 100% karena suaranya akan terdengar cempreng.
Infinix Smart 20 varian RAM 4 GB dengan penyimpanan 128 GB dibanderol sekitar Rp1,7 jutaan.
Secara umum, Infinix Smart 20 masih tergolong menarik di kelas harganya. Namun, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan.
Pertama, kapasitas baterainya tergolong standar di angka 5.200 mAh, sementara banyak kompetitor sudah menawarkan baterai lebih besar.
Kedua, kualitas speakernya juga pas-pasan. Jadi, Kamu mungkin perlu menggunakan TWS jika ingin mendengarkan musik dengan lebih nyaman.
Di balik kekurangan tersebut, Infinix Smart 20 tetap memiliki daya tarik. Mulai dari layar dengan desain punch hole, bodi yang ringan dengan bobot 185 gram dan ketebalan 7,7 mm, performa yang bisa diandalkan untuk kebutuhan harian, hingga kamera yang cukup baik pada siang hari, terutama mode potretnya.
Jadi, apakah Infinix Smart 20 masih layak dibeli meskipun harganya naik dan kompetitornya semakin banyak? Jawabannya tergantung kebutuhanmu.
HP ini cocok kalau Kamu mengutamakan kenyamanan genggam, desain yang menarik, dan kamera untuk penggunaan sehari-hari.
Namun, kalau Kamu mengincar performa kencang untuk bermain game, HP ini bukan pilihan terbaik. Salah satu alternatifnya adalah Samsung Galaxy A07 dengan chipset Helio G99 yang performanya jauh lebih kencang.
Kalau Kamu mencari baterai berkapasitas besar, ada juga POCO C81 Pro dengan baterai 6.000 mAh.
Itulah ulasan Infinix Smart 20. Kalau Kamu masih memiliki pertanyaan atau tips khusus setelah menggunakan HP ini selama satu sampai dua bulan, silakan tuliskan di kolom komentar.
terima kasih telah membaca artikel Apakah Infinix Smart 20 Masih Layak Dibeli? Ini Kelebihan dan Kekurangannya sampai selesai. sampai jumpa di konten berikutnya.
